Index » Semua post dengan label facebook
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Nyari Lowongan Kerja Media dan Periklanan.. Gampang Tapi Susah!
Tahun baru harusnya semua pada baru. Yang lama lama tinggalin aja.! Tapi nggak tau denk kalo soal pasangan atau kerjaan.. Apa ikut baru juga?
Ngomongin soal kerjaan baru, kamu yang belakangan lagi aktif cari-cari lowongan kerja di facebook, LinkedIn, atau situs aggregator lowongan macem glints atau urbanhire, biar dapet kantor baru di tahun 2021 besok, gak ada salahnya baca tulisan ini, siapa tahu bisa sedikit ngebantu..
Sebagian mungkin udah tau, tapi banyak juga yang belum, kalo di facebook, sebenernya berserakan grup-grup atau page yang berbasis profesi, yang sering nampilin post lowongan kerja di bidang yanh dimaksud tadi.
Salah satunya yang paling rame adalah page Ahensiexahensi, salah satu grup gede yang berbasis profesi dunia kreatif periklanan - biarpun belakangan, makin meluas ke ranah teknologi, media penyiaran, event dan sektor profesional lain yang sejenis.
Founder grup ini adalah para HR yanh dulunya - bahkan masih - kerja di advertising agency. Grup ini jadi rame karena tiap hari bermunculan info lowongan segar, diskusi kreatif dan juga referensi menarik.
Soal lowongan itu tadi udah disebut. . Banyak banget di sana! Para member yang notabene adalah HR atau user agency, media, startup, EO, beramai-ramai nyari tenaga muda profesional aka fresh graduate buat tim mereka. Ada juga yang nyari orang berpengalaman, atau malah kadang ada yang nyari personel buat posisi C-level.
Wajar.. karena posisi manajerial atau strategic biasanya emang lebih pas buat yang long-experienced sih.!
Seperti yang udah berapa kali disinggung tadi, kalo fb ahensi itu tiap hari ada aja info lowongan kerja baru. Lebih dari 65%-nya itu kerjaan yang berbau teknis, mulai dari design, video, nulis, analisis digital, marketing, maupun planning.
Kalian para ahli di bidang graphic design, copywriting, video, sosial media atau digital content, SEO yang kebetulan belum dapet kesempatan kerja di bidang itu, coba deh cari-cari referensi di sana.
Cuma aja.. berhubung grup yang dimaksud itu dasarnya emang cuma facebook page, yang mana adalah sarana buat diskusi dan komunitas (maksudnya bukan job site), jadi fokus mereka juga bukan ke database. Kamu yang di luar Jawa misalnya, belum tentu bisa dapet info lowongan di daerah kamu cuma dengan ngefilter lokasi. Ada nggaknya lowongan di daerah kamu, tergantung ada member yang posting apa nggak!? ..kalo nggak ada, ya berarti kamu gak akan nemu lowongan yang dimaksud.
Hidup Gampang Kalo Kamu Kreatif
Well, sejauh ini emang kebanyakan soal media, creative, teknologi dan periklanan sih yang banyak diposting di sana. Dan opportunity-nya juga kebanyakan buat area Jabodetabek aja..
Kalo misalnya kamu (mau) tinggal di sekitar sekitaran Jakarta, BSD, Bekasi atau Bogor, dan kamu punya kemampuan di bidang media, advertising, event, ataupun pemasaran.. terlebih yang berbau teknis, kayaknya udah paling bener kalo masuk grup itu.
Teruskan!
Ngomongin soal kerjaan baru, kamu yang belakangan lagi aktif cari-cari lowongan kerja di facebook, LinkedIn, atau situs aggregator lowongan macem glints atau urbanhire, biar dapet kantor baru di tahun 2021 besok, gak ada salahnya baca tulisan ini, siapa tahu bisa sedikit ngebantu..
Lowongan Kerja Media
Khususnya kamu yang baru lulus kuliah jurusan DKV, advertising, broadcasting/komunikasi dan sebagainya, pasti pengen dong ya bisa dapetin kerjaan yang sejurus sama ilmu yang pernah didapet di kampus kemaren.. iya kan?!Sebagian mungkin udah tau, tapi banyak juga yang belum, kalo di facebook, sebenernya berserakan grup-grup atau page yang berbasis profesi, yang sering nampilin post lowongan kerja di bidang yanh dimaksud tadi.
Salah satunya yang paling rame adalah page Ahensiexahensi, salah satu grup gede yang berbasis profesi dunia kreatif periklanan - biarpun belakangan, makin meluas ke ranah teknologi, media penyiaran, event dan sektor profesional lain yang sejenis.
Founder grup ini adalah para HR yanh dulunya - bahkan masih - kerja di advertising agency. Grup ini jadi rame karena tiap hari bermunculan info lowongan segar, diskusi kreatif dan juga referensi menarik.
Soal lowongan itu tadi udah disebut. . Banyak banget di sana! Para member yang notabene adalah HR atau user agency, media, startup, EO, beramai-ramai nyari tenaga muda profesional aka fresh graduate buat tim mereka. Ada juga yang nyari orang berpengalaman, atau malah kadang ada yang nyari personel buat posisi C-level.
Cocok Buat Kamu Fresh Graduate
Kamu yang baru lulus kuliah atau sekolah kejuruan - khususnya yang bersinggungan sama dunia kreatif, bakalan banyak nemu lowongan kerja yang cocok, yang notabene lebih ke teknis.Wajar.. karena posisi manajerial atau strategic biasanya emang lebih pas buat yang long-experienced sih.!
Seperti yang udah berapa kali disinggung tadi, kalo fb ahensi itu tiap hari ada aja info lowongan kerja baru. Lebih dari 65%-nya itu kerjaan yang berbau teknis, mulai dari design, video, nulis, analisis digital, marketing, maupun planning.
Kalian para ahli di bidang graphic design, copywriting, video, sosial media atau digital content, SEO yang kebetulan belum dapet kesempatan kerja di bidang itu, coba deh cari-cari referensi di sana.
Cuma aja.. berhubung grup yang dimaksud itu dasarnya emang cuma facebook page, yang mana adalah sarana buat diskusi dan komunitas (maksudnya bukan job site), jadi fokus mereka juga bukan ke database. Kamu yang di luar Jawa misalnya, belum tentu bisa dapet info lowongan di daerah kamu cuma dengan ngefilter lokasi. Ada nggaknya lowongan di daerah kamu, tergantung ada member yang posting apa nggak!? ..kalo nggak ada, ya berarti kamu gak akan nemu lowongan yang dimaksud.
Hidup Gampang Kalo Kamu Kreatif
Well, sejauh ini emang kebanyakan soal media, creative, teknologi dan periklanan sih yang banyak diposting di sana. Dan opportunity-nya juga kebanyakan buat area Jabodetabek aja..
Kalo misalnya kamu (mau) tinggal di sekitar sekitaran Jakarta, BSD, Bekasi atau Bogor, dan kamu punya kemampuan di bidang media, advertising, event, ataupun pemasaran.. terlebih yang berbau teknis, kayaknya udah paling bener kalo masuk grup itu.
Instagram Sama Netflix Ngapain?
Ngerasa punya kesamaan, yakni sama-sama digilai oleh kaum millenials, instagram dan netflix akhirnya ngumumin kalo mereka untuk sementara bakal “jadian” dulu!
Lho kok bisa?? Emang kapan pedekate-nya?
Bisa lah..! Namanya juga bisnis (atau politik juga), namanya kawan bisa jadi lawan, lawan jadi kawan, kawan jadi mantan, atau mantan jadi selingkuhan, itu udah pasti jadi hal yang lumrah..! Gak ada yang aneh dengan itu!
Instagram, yang user under 34 tahunnya sebanyak 65%, sementara netflix adalah platform video stream yang populer di kalangan anak muda - dalam urusan gaet-menggaet daun muda, reputasi netflix malah lebih unggul 2% dibanding youtube -, keduanya berencana buat jalanin project berbasis konten untuk anak muda.
Kenapa begitu?
Kondisi belakangan ini, yang mana dunia lagi sepi karena lockdown dimana-mana, tak lain penyebabnya karena pandemi covid19, mengakibatkan jutaan anak muda di seluruh dunia jadi ‘kesepian’, karena mereka harus berlama-lama di rumah aja. Sementara dalam kondisi normal, yang namanya anak muda kan seneng banget buat bersosialisasi. Pastinya itu jadi bikin anak muda stress. Hal ini disadari oleh dua platform palilng populer saat ini, instagram dan netflix itu tadi.
Mereka sama-sama khawatir kalo anak-anak muda yang terjebak di rumah aja itu, jadi depresi lantaran gak bisa nongkrong-nongkrong lucu atau minum-minum cantik sama temennya. Atau bahkan nonton-nonton galak sama pacarnya..!
Hingga sampai pada satu kesimpulan berupa strategi bisnis: instagram yang dibeli sama facebook tahun 2012, bareng sama netflix, berencana buat kerjasama dalam serial Wanna Talk About It?, serial yang bintangnya (secara bergantian: Lana Condor, Joey King, Alisha Boe, Caleb McLaughlin, Jerry Harris, Ross Butler dan Noah Centineo), bakal ngobrol-ngobrol sama pakar kesehatan mental tentang bagaimana caranya menyayangi diri sendiri.. terutama di musim pandemik yang bikin banyak orang jadi jenuh level kecamatan.
Netflix & Instagram have partnered on Wanna Talk About It?, a live series where every week one star (Lana Condor, Joey King, Alisha Boe, Caleb McLaughlin, Jerry Harris, Ross Butler, Noah Centineo) talks with a mental health expert about self care during a global pandemic. pic.twitter.com/nmYjXnBjfE
— Netflix (@netflix) April 8, 2020
Konon nih.. kerjasama ini jadi sebuah milestone yang bagus buat instagram, buat naekin (kembali) citra mereka di mata anak muda, setelah beberapa tahun belakangan, banyak dari kalangan milenials mulai jijik sama konten sosmed yang satu ini. Tak lain, penyebabnya karena banyak selebgram-selebgram receh yang kerjaannya cuma pamer banda. Ini yang bikin perusahaan yang dibikin 9 tahun lalu itu, coba buat ngilangin jumlah like di postingan tertentu. Daripada banyak usernya yang balikan sama twitter yekaaann..?!
Nah, soal kerjasama dalam serial Wanna Talk About It? ini, ternyata katanya bukan cuma instagram atau netflix yang berpotensi dapet keuntungan.. disebut, facebook juga bakal kecipratan hoki..! Lho kok bisa? Iya, soalnya, facebook, sebagai bapak angkatnya instagram, disebut bakal punya pegangan lebih kuat buat ngangkangin youtube. Hmm.. strategi bisnis yang jitu dari timnya Zuck buat jaga positioning! Sebaliknya buat netflix, miliaran pengguna IG sama facebook, bisa jadi ladang buat promosi naekin pamor mereka nantinya.
Well, kita liat aja.. apakah kerjasama mereka juga bakal menjadi sesuatu yang bisa mengubah sesuatu.. seperti halnya wabah virus corona mengubah dunia? Atau emang cuma moment exploitation aja demi jaga popularitas? We’ll see..
Etika Bersosial Media
Ada istilah tentang sosial media: "kalau mau debat di facebook, kalau mau diskusi kerjaan di linkedin, kalo mau pansos di instagram, kalo mau nyampah di twitter."
Yap, betul! Sosial media emang ada klasifikasinya masing-masing, sesuai sama karakter kebanyakan penggunanya.
Facebook, yang notabene adalah sosmed sejuta umat, dimana jumlah penggunanya udah mencapai angka 2,2 miliar, sedangkan untuk di Indonesia sendiri, pengguna sosmed yang mulai eksis tahun 2004 ini jumlahnya ada 120 juta! Penetrasi facebook di negara kita bisa dibilang udah merata, dari kota sampe ke pelosok. Bermacam aneka manusia dari berbagai strata sosial menggunakan facebook. Gak peduli dia lulusan S3 Harvard, lulusan STM bangunan, atau yang gak lulusan mana-mana. Wajar kalo gak semua orang bisa berperilaku smart waktu make facebook.
Beda dengan instagram yang jumlah usernya baru setengah dari facebook, yakni sekitar 1 miliaran. Di sosmed berbasis foto itu, kebanyakan orang muncul buat mamerin bandanya. Mulai dari rumah, mobil, pakean, asesoris, knalpot motor, penggorengan, termos, baskom, sampe skincare buatan Kosambi mereka riya-in. Dampaknya? Mereka berhasil memicu para followersnya masing-masing buat ngikutin apa yang mereka lakuin. Para followers akun-akun gede, ikut mamerin apa yang dipunya - meskipun sebenernya nggak punya. Miris..! Karena kadang, yang bukan kepunyaan mereka pun (semisal pacar orang), itu dipamerin di akun mereka, dengan status kepemilikan yang diklaim sepihak.
Sementara twitter, yang sekarang mulai rame lagi, sering kebanjiran tweet-tweet galau dari abege-abege yang mungkin pipis ke kamar mandi aja masih dianterin sama nyokap. Maklum, menurut Omnicore, 80% pengguna twitter adalah millenial - meskipun yang sekarang usianya 36 juga masih bisa dikatakan millenial.
Diantara 500 juta tweet yang terlontar setiap harinya, kebanyakan isinya berkutat soal galau karena dimodusin, diPHP-in, kelamaan sendiri, jagain pacar orang, sampai ke urusan kekosongan kegiatan di malam minggu - selain tentunya jelek-jelekin pemerintah atau bagus-bagusin pemerintah. Semua ada.
Kalo untuk linkedin, biasa dipake para staff untuk ngejilat-jilat atasannya dengan cara ngasih like buat apapun yang diposting sama atasan, ngasih komen "hebat sekali, pak!", "luar biasa, pak", sampe ke "terima kasih sudah berbagi" ..itu jadi hal biasa. Sementara para atasan, seneng banget share motivasi yang menceritakan perjuangan dia dan/atau teman/kerabat/relasinya yang mulai dari 0 bak pom bensin, sampai dengan level sukses. Banyak juga post tentang tips menghadapi persoalan di kantor, menyiasati keuangan, sampai menghadapi kehadiran orang-orang aneh di lingkungan pekerjaan. Padahal, mereka juga bisa mencicipi posisi "atasan" kemungkinan bukan karena usaha. Mereka juga stress sama kerjaan mereka.. makanya mereka maenan linkedin.
Tapi satu hal yamg harus diperhatikan waktu menggunakan linkedin. Jangan pernah caper sama marketing, sekretaris, personal assistant, flight attendant, atau siapapun yang dirasa cakep. Kalo nggak, siap-siap aja dihardik orang banyak. Soalnya, mereka katanya gak mau kalau linkedin dibikin jadi media untuk flirting. Apalagi sampai kurang ajar.
Jadi bagian dari perubahan sociocultural behavior dari konvensional ke digital, membuat kita harus smart dalam menyikapi fenomena ekosistem sosial media. Diharapkan, kita bisa lebih sadar dalam menggunakan berbagai platform. Meski ada tagline "what you see me on sosmed isn't what on real life" atau "You can't believe everything you see in social media", tapi tetap saja. Sosial media adalah ruang publik. Sudah selayaknya kita menjaga etika ketika berada di ruang publik. What happens in Vegas, stays in Vegas.. don't be in Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, Youtube.. apalagi P*rnH*b.
Jadilah generasi cerdas yang bisa memanfaatkan teknologi untuk kemajuan, bukan degradasi moral.


