Tampilkan postingan dengan label hobby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobby. Tampilkan semua postingan

Apa Bagusnya Ikan Cupang?


Gaes, tau kan kalo ikan cupang sekarang ini lagi pada di atas pohon alias naek daun?

Dulu ikan cupang emang cuma dibeli sama anak SD dari abang-abang yang jual depan sekolahan, tapi sekarang, ikan cupang udah jadi buruan para elit, mulai dari pejabat, artis, pengusaha, simpenan pejabat, pegawai pembuat regulasi sampe ke montir spesialis motor metik!

Bukan tanpa alasan sih ikan cupang bisa begitu naek reputasinya..
Selain karena emang pengaruh para incidental KOL, konon permainan kartel juga sangat berperan. Seperti biasa, di balik naiknya pamor apapun, biasanya para kartel lah yang dikabarkan bermain..
Mereka ngadain kontes terbuka, beberapa dari komunitasnya kemudian membeli sang pemenang kontes itu dengan harga selangit. Selebihnya.. kekuatan word of mouth membantu menyebarluaskan info harga selangit itu, sampe akhirnya masyarakat umum terpengaruh untuk bisa ikutan dalam agenda trading yang sebelumnya emang udah mereka prediksikan akan seperti apa..

Konon lagi, hal ini sebenernya gak jauh beda dari tren-tren lain yang sebelumnya udah mencuat. Seperti contohnya tren ikan louhan, tanaman bonsai, berbagai jenis burung dan segala macam tren lainnya. Semua gak lepas dari peran para kartel - yang dalam hal ini biasanya adalah mereka yang punya akses komunikasi ke komunitas besar.

Pesona Ikan Cupang


Terlepas dari itu semua, potensi yang dipunyai ikan cupang, sebenernya emang sangat tinggi. Dari mulai eksotismenya, keunikan sampai dengan berbagai sugesti yang dibawanya, bikin yang miara jadi punya semacam mood berbeda ketika membangun 'interaksi' dengan cupangnya. Warna, bentuk, pergerakan sampai dengan ukuran, seolah memberi sugesti kedamaian dan keindahan.

Nah, untuk tau lebih banyak soal pemeliharaan ikan berukuran kecil ini, kita coba searching video di youtube..
Kita coba cari konten yang ngebahas tentang ikan cupang dari mulai cara memelihara sampe list harganya. Kebetulan kita nemu video yang ini, silahkan ditonton :

Teruskan!

Banksy.. Siapa Dia?


Di postingan yang pernah dipublish beberapa waktu lalu, yang ngebahas soal seni graffiti, gue sempet sebut nama salah satu legenda street art, yakni Banksy.
Di postingan itu, gue sempet janji kalo gue mau bahas soal dia..

Dan, inilah postingannya yang gue maksud..!

Tertarik sama dunia street art, spesifiknya adalah seni graffiti - yang keliatannya gampang padahal butuh skill tinggi buat bikinnya, udah pasti bakal ngebawa nama Banksy sebagai salah satu legendanya.

Siapa Banksy?
Banksy adalah sosok misterius asal Inggris, yang aktif sebagai seniman jalanan, graffiti artist, aktivis politik dan bahkan sutradara film. Dia aktif semenjak tahun 90-an, yakni jaman dimana masih belum banyak orang yang suka nunduk (baca: liatin hape). Dia dikenal secara anonim alias gak ketauan identitas aslinya. Dia selalu berkarya sebagai sosok yang antah berantah. Gaya seni jalanannya adalah perpaduan dari gaya satir, dark humor, epigram dan stensil.
Sebagai artist, Banksy dikenal cross-platform artist. Dia sering terlibat dalam seni yang memadukan visual dan audio (musik). Bahkan, seniman yang saat ini usianya diperkirakan 44 tahun itu, menyebut nama 3D sebagai salah satu inspirasinya.

FYI, 3D adalah musisi bernama asli Robert Del Naja, yang merupakan vokalis sekaligus pendiri grup musik Massive Attack. Selain sebagai musisi, 3D juga artist pembuat graffiti, aktivis politik dan penggiat teknologi, yakni sebagai co-developer sebuah aplikasi musik bernama Fantom. Multitalent pokoknya! Gak kayak kita.. Kalo kita multitagihan. Menjalani banyak tagihan dari mulai listrik, aer, motor, arisan sampe KTA yang bunganya gak citra lestari.

Sebagai sesama seniman, wajar kalo Banksy ngagumin banget sosok 3D. Tidak lain dan tidak bukan, kreatifitas 3D dalam menjalani berbagai bidang berbeda emang sangat menginspirasi.
Info dari laman Wikipedia, taun 2003 Banksy pernah wawancara sama Simon Hattenstone, yang notabene seorang jurnalis dari The Guardian, dimana dalam wawancaranya itu, dia sedikit berani buat ngebuka identitas dirinya yang selama ini misterius. Dia ngaku kalo dia itu seorang kulit putih, usia 28 taun (pada saat itu), ada satu giginya yang pake perak, pake anting perak dan sering pake kaos. Tampilannya merupakan perpaduan dari Jimmy Nail sama Mike Skinner (vokalis The Streets - band alternative hiphip asal Birmingham).
Tahun 1990an dia tinggal di Bristol, tapi taun 2000an dia pindah ke London.

Petunjuk-petunjuk itu bikin orang makin penasaran sama identitas Banksy.
Siapa Banksy sebenarnya? Kenapa dia gak mau come up dengan nama dan identitas aslinya?
Orang banyak yang penasaran, terlebih karena karya-karyanya emang fenomenal dan kerap menarik banyak perhatian orang.
Kejadian model gini identik banget kayak waktu scene EDM dunia dibuat penasaran sama sosok Marshmello, yang awalnya terus nutupin siapa dia sebenernya. Sampe pada akhirnya, Chris Comstock alias DotCom muncul sebagai antiklimaks.
Begitu juga Banksy.
Saking penasarannya orang tentang siapa Banksy sebenarnya, muncullan nama Robin Gunningham. Siapa dia? Dia bukan siapa-siapa, cuma seniman biasa. Cuma di kalangan masyarakat lokal, Gunningham dicurigai sebagai Banksy karena kesamaan dalam hal karakter karyanya.
Lahir di Yate, 28 Juli 1973, Gunningham terus diyakini kuat oleh lingkungannya sebagai Banksy. Pun demikian beberapa teman sekolahnya di Bristol Cathedral School, yang menguatkan dugaan itu.

Indikasi Terkuaknya Identitas Banksy
Taun 94, Banksy pernah check in di sebuah hotel di New York pake nama Robin. Makin curiga lah orang kalau Robin Gunningham adalah Banksy..!
Sementara pada taun 2017, musisi, visual artis, aktor dan produser kenamaan Inggris, yakni DJ Goldie, pernah manggil Banksy dengan sebutan "Rob". Lagi-lagi kejadian kayak gini serupa kayak waktu Skrillex manggil Marshmello pake sebutan "Chris" jauh sebelum identitasnya sebagai Chris Comstock/DotCom ketauan.

Karena rangkaian kejadian itu.. maka identitas Banksy sebagai Robin Gunningham, secara informal resmi disahkan. Meskipun masih ada sebagian yang percaya kalo 'Rob' yang dimaksud DJ Goldie itu adalah Robert Del Naja alias 3D - Vokalis Massive Attack yang kita sempet bahas di atas.

Well, terlepas dari siapa sesungguhnya sosok Banksy si graffiti artist multitalenta ini, kita bisa maklum kalo dia gak mau bener-bener buka identitas aslinya. Soalnya, se-seni seninya graffiti, itu tetep jadi kegiatan illegal yang dilarang sama pihak berwenang. Pelakunya bisa ditangkep dan dihukum bui atau denda atau pelayanan masyarakat. Mungkin si Banksy ini gak mau, abis bikin masterpiece berupa coretan keren di tembok jalanan, polisi langsung nyatronin rumahnya buat jemput dia..
Teruskan!

Corat-Coret Tembok.. Siapa Pelakunya?


Apa yang kebayang waktu mendengar kata "wallstreet"?
Kalo yang terlintas di kepala klen itu bursa saham, fix klen cocoknya berkongsi sama Pak Hary Tanoe, Chairul Tanjung, Robert Hartono atau minimal Pak Rhenald Kasali. Kenapa? Karena mindset klen itu sangat economic-centric.. denger kata wallstreet langsung kebayang saham!?
Tapi kalo yang klen bayangin waktu mendengar kata "wallstreet" itu adalah 'graffiti' berarti pemikiran klen boleh lah disebut out of the box.. alias gak biasa, setipe seniman atau production assistant Trans TV yang masuk lewat jalur BDP.

Kok bisa?

Ya karena klen bisa membayangkan apa yang gak ada di pikiran manusia kebanyakan. Apa yang klen pikirkan datang dari perepektif yang berbeda..!

Kok bisa 'wallstreet' ke graffiti?

Gini..
Wallstreet terdiri dari 2 kata : wall (tembok) dan street (jalanan). Di tembok-tembok yang ada di jalanan, biasanya lazim ditemukan yang namanya graffity.

Apa itu graffiti?

Menurut Wikipedia, graffity adalah gambar atau tulisan yang dibuat di permukaan tembok, sebagai sebuah bentuk ekspresi seni. Biasanya asal dibikin tanpa pake ijin dari siapapun. Bikin graffiti beda sama bikin kontrakan, dimana kalo bikin kontrakan harus minta ijin dulu sama RT, RW, Lurah, bahkan sampe Camat.
Buat street artist yang biasa bikin graffity, perkara ijin menjadi hal tabu yang cuma dilakukan oleh oknumnya mereka. Para street artist yang kreatif itu, sesungguhnya hanya memikirkan soal estetika, bukan legalitas atau formalitas. Paling tidak, begitu prinsip yang dipegang sama Darryl McCray alias Cornbread, yang merupakan Bapak Graffity modern dunia.

Graffity, selain jadi media untuk mengekspresikan seni, juga dipakai untuk hal-hal yang berbau sosio-politik. Protes pada pemerintah atau ngusik kedigdayaan tahta kerajaan, banyak dilakukan sama mereka, para graffiti artist, lewat karyanya yang biasanya mudah dijangkau mata khalayak ramai. Graffiti artis bisa membaca keadaan lingkungan beserta dengan isu aktualnya ke dalam bentuk visual nan estetik. Jadi, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya banyak street-artist yang melek politik.

Salah satu street-artist spesialis graffity yang paling fenomenal di dunia adalah Banksy. Siapa dia? Yang pasti bukan Gordon Banks, karena Gordon Banks mah bikin penyelamatan gawang, gak bikin street-art.

Buat klen yang pengen tahu soal Banksy, ahli graffity yang namanya melegenda, ikutin ceritanya di postingan selanjutnya.
Teruskan!

Jadi DJ Itu Susah Gak Sih?


Dunia musik elektronik, beberapa tahun belakangan banyak kedatangan para rookie Disc Jockey atau DJ yang di kemunculan perdananya langsung berani perform buat ngisi gigs di satu venue. Diantara mereka, ada yang beneran unjuk skill ngeremix/ngemash up musik, tapi ada juga yang cuma mencet knob "play" doang - yang penting disebut DJ, terus berlagak seolah-olah mereka sibuk di belakang set.. Semua tergantung skill masing-masing.
Pertanyaannya, apakah mereka benar-benar melakukan 'DJing'? Mengingat, kebanyakan dari mereka datang secara tiba-tiba tanpa kita tahu proses perjalanannya..!!?
Ada yang tadinya model telanjang, tiba-tiba sekarang ada di balik set.. ada yang tadinya artis sekuter tiba-tiba jadi guest suatu gigs.. ada yang bukan artis sama sekali, tapi karena dicampakkan pacarnya yang artis, terus mendadak jadi idola party goers.. macem-macem latar belakangnya!
Sementara, DJ mapan yang punya portfolio panjang, justru hanya bertahan menghadapi serbuan mereka.

Nah.. ngeliat banyaknya - sebut aja misalnya model bugil - yang sekarang tiba-tiba nge-DJ, muncul pertanyaan, "Apa nge-DJ segampang itu, sampe-sampe mereka semua bisa?"

Apakah Nge-DJ Itu gampang?
Jawaban dari pertanyaan itu tentative :

- Susah kalo mau jadi konvensional DJ. Karena apa? Karena biasanya DJ yang konservatif, pakenya style jaman dulu. Equipment yg biasa dipake kebanyakan masih analog, sulit buat dioperasiin, harus dipelajarin dalam jangka waktu yang lumayan lama.

- Jaman sekarang, equipmentnya serba digital. Buat yang skillnya pas-pasan, bisa langsung maen dengan nyiapin track yang udah jadi dari rumah, yang mana sampe di venue tinggal pencet play, terus loncat-loncat atau keluarin handphone buat selfie.

Makanya ada asumsi bahwa mereka yang DJ bener-bener DJ, biasanya pake yang analog. Padahal, nggak gitu juga sih.. Karena banyak juga DJ sekarang gearnya serba digital, tapi skillnya juga oke.
Kalo misalnya jadi DJ tuh segampang itu, ngapain juga ada sekolahnya?! Yang pasti, ini balik lagi ke pilihan.. Mau gaya konservatif yang serba analog, mau digitalized tapi tetep berskill, atau mau buat gegayaan doang - yang penting punya status sebagai DJ.

Saran gue.. Kalo lu emang mau jadi DJ yang bisa maen di venue, pastikan lu menguasai semua teknik DJ-ing. Tapi kalo kalian baru bisa cue + play doang, tapi tetep pengen disebut DJ, ya gapapa.. Gak ada yang larang kok! Karena pada dasarnya, pengertian DJ itu sendiri adalah orang yang muterin lagu buat joget di club (a disc jockey is one who plays recorded music for dancing at a nightclub or party - Merriam Webster).
Oh iya.. Bedain juga antara DJ, producer sama remixer. Kalau DJ itu tugasnya play the records, kalo producer bikin musik, sementara remixer? Ya ngeremix musik yang udah ada. Banyak DJ yang jadi producer juga, tapi gak semua DJ adalah producer. Gak semua remixer adalah DJ, biarpun kebanyakan begitu.
Teruskan!