Index » Semua post dengan label iklan
Tampilkan postingan dengan label iklan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iklan. Tampilkan semua postingan
Iklan RC Cola Filipina
Awalnya, kupikir cuman orang endonesia yang pikirannya pada absurd lantaran kerap mengasosiasikan segala hal yang berbentuk segitiga (tak terkecuali sempak) ke unsur iluminati.. Atau parno ngeliat logo peringatan kemerdekaan bangsa sendiri.. Atau mengait-ngaitkan fenomena alam dengan hal-hal yang berbau mistis atau reliji, padahal peristiwanya sendiri cuma peristiwa receh yang udah jelas sebab-akibatnya..
Nyatanya, pola pikir yang absurd juga dimilikin sama bangsa tetangga indo, yang masih satu rumpun namun beda bapak, yaitu Filipina.
Hmm.. memangnya apa yang terjadi sama negaranya si Reemar itu ya??
Jadi, ceritanya.. Salah satu brand minuman bersoda yang beredar di sana (juga pernah beredar di kita dulu), yakni RC Cola, ngeluarin iklan buat promoin produknya dia. Tapi, iklan itu kemudian jadi viral lantaran ceritanya yang absurd, ngalahin ke-absurd-an cerita bikinan orang kita tentang mayat yang nyemplung ke mesin adukan semen, atau soal boneka Hello Kitty yang sukses direbus sampe masak..
Iklan RC Cola Filipina, bercerita tentang seorang anak yang menanyakan statusnya kepada ibunya, apakah dia anak angkat? - sampe sini tampak kayak drama keluarga biasa..
Sampe kemudian, si anak tiba-tiba ngeliatin 4 buah gelas yang tertanam di punggungnya..!
Sebagai respon dari pertanyaan anaknya itu, sang ibu kemudian mencopot kepalanya.. Dan ternyata ada botol RC Cola!!
Kemudian keduanya "berkolaborasi". Setelah itu, maka keceriaan keluarga pun tersaji..
Entah apa motivasinya bikin kayak gituan..?!
Ngeliat idenya yang out of the box - bahkan out of the universe, kayaknya kita bakal nyangka kalo tuh iklan bikinannya agency nyentrik macem Ogilvy, BBDO, Publicis, Lowe atau Elbi.. Yang emang punya tim kreatif yang otaknya seolah unlimited.
Tapi, ternyata Iklan RC Cola itu "cuma" dibuat sama agency lokal yang berbasis di Manila, yang namanya Gigil.
Managing Partnernya Gigil, Jake Yrastorza, bilang kalo RC Cola itu udah dua taunan jadi klien mereka, makanya dibikinin yang spesial..
Nah, soal absurdity iklan yang kemudian viral ini, sepertinya KPI dari campaign mereka nggak langsung ke selling, melainkan awareness dulu. Dan itu, TERBUKTI BERHASIL..!!
Dalam 6 jam pertama iklan ini diluncurkan, viewernya udah mencapai 1,6 juta organic views! Dan dalam 24 jam, iklan RC Cola ini udah berhasil ngumpulin 130,000 share dan 203,000 reactions, dan jadi trending topic di Twitter selama 2 hari.
Goalsnya untuk jadi viral udah sangat berhasil! Dan targetnya buat ngegrab audience GenZ udah dapet pencapaian yang luar biasa.. Satu lagi yang bikin iklannya makin dianggap absurd adalah judulnya. Video berdurasi 1 menit 37 detik itu dikasih judul “Nyahahakbkxjbcjhishdishlsab@!!!! Basta RC Cola!”
Teruskan!
Nyatanya, pola pikir yang absurd juga dimilikin sama bangsa tetangga indo, yang masih satu rumpun namun beda bapak, yaitu Filipina.
Hmm.. memangnya apa yang terjadi sama negaranya si Reemar itu ya??
Iklan Paling Absurd
Jadi, ceritanya.. Salah satu brand minuman bersoda yang beredar di sana (juga pernah beredar di kita dulu), yakni RC Cola, ngeluarin iklan buat promoin produknya dia. Tapi, iklan itu kemudian jadi viral lantaran ceritanya yang absurd, ngalahin ke-absurd-an cerita bikinan orang kita tentang mayat yang nyemplung ke mesin adukan semen, atau soal boneka Hello Kitty yang sukses direbus sampe masak..
Iklan RC Cola Filipina, bercerita tentang seorang anak yang menanyakan statusnya kepada ibunya, apakah dia anak angkat? - sampe sini tampak kayak drama keluarga biasa..
Sampe kemudian, si anak tiba-tiba ngeliatin 4 buah gelas yang tertanam di punggungnya..!
Sebagai respon dari pertanyaan anaknya itu, sang ibu kemudian mencopot kepalanya.. Dan ternyata ada botol RC Cola!!
Kemudian keduanya "berkolaborasi". Setelah itu, maka keceriaan keluarga pun tersaji..
Entah apa motivasinya bikin kayak gituan..?!
Ngeliat idenya yang out of the box - bahkan out of the universe, kayaknya kita bakal nyangka kalo tuh iklan bikinannya agency nyentrik macem Ogilvy, BBDO, Publicis, Lowe atau Elbi.. Yang emang punya tim kreatif yang otaknya seolah unlimited.
Tapi, ternyata Iklan RC Cola itu "cuma" dibuat sama agency lokal yang berbasis di Manila, yang namanya Gigil.
Managing Partnernya Gigil, Jake Yrastorza, bilang kalo RC Cola itu udah dua taunan jadi klien mereka, makanya dibikinin yang spesial..
Nah, soal absurdity iklan yang kemudian viral ini, sepertinya KPI dari campaign mereka nggak langsung ke selling, melainkan awareness dulu. Dan itu, TERBUKTI BERHASIL..!!
Iklannya Sukses!
Dalam 6 jam pertama iklan ini diluncurkan, viewernya udah mencapai 1,6 juta organic views! Dan dalam 24 jam, iklan RC Cola ini udah berhasil ngumpulin 130,000 share dan 203,000 reactions, dan jadi trending topic di Twitter selama 2 hari.
Goalsnya untuk jadi viral udah sangat berhasil! Dan targetnya buat ngegrab audience GenZ udah dapet pencapaian yang luar biasa.. Satu lagi yang bikin iklannya makin dianggap absurd adalah judulnya. Video berdurasi 1 menit 37 detik itu dikasih judul “Nyahahakbkxjbcjhishdishlsab@!!!! Basta RC Cola!”
Coba.. Apalagi yang lebih absurd selain ini?
Inget "Be Like Mike"?
Anak taun 90an, pasti pernah liat satu iklan yang kala itu - kala senja masih berwarna jingga.. bukan hitam karena kopi, rajin wara-wiri di TV tabung kita!
Iklan dari sebuah minuman energi yang nampilin gambar seorang bintang basket yang teramat sangat populer pada masa itu, sedang nge-dunk. Ia menghempaskan kakinya untuk melompat tinggi melewati hadangan hingga akhirnya sukses bergelantungan di keranjang. Siapakah dia yang nge-dunk itu?
Siapa lagi kalau bukan MJ alias Michael Jordan (inget ya..?! Michael Jordan, bukan Marion Jola), yang terkenal dengan angka 23-nya.
Jordan yang pada masa tersebut memang sedang menikmati masa kejayaannya, tampil menjadi bintang iklan Gatorade. Iklan tersebut sangat ikonik.. selain karena memang MJ-nya, theme song dari iklan itu juga gak kalah ikonik. Semuanya pasti lah setuju kalo denger lagu yang dikompos oleh Ira Antelis, Steve Shafer dan Bernie Pitzel itu, bisa langsung ngeingetin kita ke iklannya.. dan tentunya juga secara nggak langsung ke brand Gatorade-nya. Dengan kata lain, strategi branding Gatorade lewat TVC itu - spesifiknya melalui figure Jordan dan juga jinglenya sudah sangat berhasil.
Tapi siapa sangka, kalau iklan Gatorade yang legendaris tersebut awalnya gak sengaja masang lagu "Be Like Mike" sebagai jinglenya?! Awalnya, Bernie Pitzel, sang pembuat iklan tersebut berniat ngejadiin lagu "I Wanna Be Like You" yang diciduk dari film The Jungle Book besutan Disney buat dijadiin theme song. Cuma, konon katanya, Disney jual mahal untuk lagu itu. Dia masang harga penebusan lisensi yang jauh di atas kemampuan Gatorade. Bukan kemampuan sih.. tepatnya kemauan. Harga lisensi yang ditawarkan Disney gak disanggupin sama Gatorade. Sampe akhirnya, Pak Pitzel yang dari awal udah kesel karena gambar-gambar Jordan nge-dunk gak diiringi sama audio yang pas, nekat untuk bikin komposisi sendiri. Dia nulis liriknya, sementara Ira Antelis dan Steve Shafer nyusun nadanya. Jadilah kemudian "Be Like Mike" yang sekarang jadi legendaris itu.
"Kalau iklan Gatorade itu jadi pake lagu dari Disney, pasti tuh iklan gak bakal se-legendaris adanya sekarang!"
Antelis pernah bilang "Kalau iklan Gatorade itu jadi pake lagu dari Disney, pasti tuh iklan gak bakal se-legendaris adanya sekarang!". Beruntung akhirnya mereka gak jadi pake, jadi iklannya bisa diinget kan sampe sekarang..!? Bahkan, di ulang tahun Gatorade yang ke-50 yang jatuh pada tahun 2015, iklan itu dibikin remasternya versi digital. Namanya digital, pasti gak lupa pake tambahan hestek : #BeLikeMike
Iklan legendaris Gatorade :
Diremake jadi versi barunya :
Lagu "Jungle Book" yang jadi inspirasinya :
Keuntungan Menjadi Kreatif
Jadi orang yang kreatif itu baik. Jadi orang kreatif itu diperlukan. Bahkan, banyak lowongan pekerjaan sekarang yang menuntut para pelamarnya harus kreatif. Kenapa? Karena biasanya orang yang kreatif itu cenderung diistimewakan, baik oleh lingkungan sosial, lingkungan pekerjaan, lingkungan hidup, lingkungan tajam...... itu tikungan lays!
Bahkan, kalo dulu eranya gadget masih analog (kayak gimana gadget analog??) itu jajaran menteri kabinet cuma diisi sama menteri ekonomi/perekonomian, maka sekarang ada yang namanya Kementerian Ekonomi Kreatif.
Intinya, menjadi kreatif itu perlu!
Beberapa manfaat punya kreatifitas yang tinggi antara lain :
1. Bisa Menghemat Uang
Dengan kreatifitas, selain bisa menghemat uang (dimana biasanya keperluan yang seharusnya dibeli bisa dibuat sendiri), juga bisa mendatangkan keuntungan. Banyak pengusaha-pengusaha sukses yang memulai bisnisnya dari usaha kecil. Dan usaha kecil itu, tentu saja dimulai dari yang namanya kreatifitas..
2. Kemampuan Memecahkan Masalah
Kemampuan berpikir dan mencari ide suatu permasalahan tertentu, menjadi kunci dari penyelesaian masalah itu sendiri. Masalah yang kadang sulit dipecahkan bagi orang lain, dengan ide-ide brilian yang dimiliki orang kreatif, itu akan menjadi tantangan yang biasanya tidak sulit untuk diselesaikan.
3. Mengekspresikan Diri
Kemampuan dalam bidang musik, menulis, bereksperimen dengan penampilan, maupun dalam urusan yang lainnya, menjadi ajang bagi orang yang kreatif untuk bisa tampil beda. Tidak melulu mengikuti pakem yang ada, tapi juga menciptakan gaya atau karya sendiri yang lebih mewakili perasaan.
4. Membantu Karir
Biasanya, orang yang sukses dalam karirnya adalah orang kreatif yang bisa mengaplikasikan kreatifitasnya di dalam urusan kerjanya. Dengan asumsi bahwa semua bos itu fair, maka orang yang akan lebih cepat mendapatkan apresiasi (baik berupa kenaikan pangkat, gaji, atau jenis apresiasi lainnya), itu adalah orang-orang yang kreatif.
Tapi.. tidak semua kreatif itu baik!
Lho, kok gitu?!
Cuma di iklan ini kalian akan melihat bahwa ada kreatifitas yang sia-sia. Kenapa? Lihat aja sendiri iklannya..


