Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan

Membuat Video Sosial Media Keren Untuk Marketing

membuat video konten
Salah satu faktor penentu eksistensi brand di ranah digital adalah konten sosial media. Dan satu tipe konten sosial media yang paling disukain audiences adalah video. Jadi, bisa disimpulin kalo video sosial media itu bisa nge-maintain, atau malah naekin visibilitas satu brand di area digital.
Tapi, video yang kayak gimana dulu yang dimaksud nih?
Video yang selain menarik dari sisi visual, punya message yang kuat, bisa ngedeliver message tersebut, dan punya CTA rate yang oke..

Nah, menurut Pelpina Trip, yang mana doi adalah pakar video content marketing, nyebut kalo video marketing buat sosial media itu seenggaknya harus punya 3 elemen penting - yang mana dia sebut sebagai 3P :
  1. Perempuan,
  2. Pangkat
  3. Pundi-pundi..

Bukan denk, bercanda..!

3P menurut Pelpina :
  1. People (penonton), yaitu soal siapa penontonnya?
  2. Platform (platform sosmednya), beda platform beda format.. harus disesuaikan
  3. Purpose (tujuan), yaitu soal apa yang kamu mauin dari penonton pas nonton video kamu

Setelah standar value tadi tiga-tiganya udah kamu penuhin, tinggal kamu pikirin soal detail kontennya. Ini lebih ke teknis produksi sih, dimana di sini kamu diminta fokus sama substansi dari video yang bakalan kamu buat..
Dari struktur, ada 5 elemen yang harus masuk.
  1. Teaser
  2. Branding
  3. Segmen
  4. Call to Action
  5. Closing

Teaser

Gimana kamu mau mulai videonya? Cocokin sama target audience yang pengen kamu tuju. Pokoknya ini semua harus tentang audience. Soal apa yang lagi ngehits di kalangan mereka, apa yang kira-kira lagi mereka pikirin, masalah apa yang umum mereka hadapin.. Jadiin itu sebagai bahan gimik di opening video kamu.!

Branding

Namanya video marketing, jelas nggak lepas soal branding. Cuma, branding kayak gimana yang mau ditampilin. Dengan nampilin logo, nyebutin spek, atau pake teks, caption, supers?

Segmen

Info apa yang mau kamu share? Info produk kah? Info umum? Atau apa?
Apapun itu, yang pasti harus kamu segmentasiin, biar sesuai sama target audience video kamu

Call To Action

Dimana kamu mau nyimpen ajakan ini? Di bagian depan? Di tengah? Atau di belakang pas closing?
Kalo di depan, biasanya sambil nyapa audience, terus ngajak sesuatu.. Misal ngajak subscribe channel, ngajak cek item terbaru di page shop, dll. Di tengah, sambil kamu jelasin inti dari materinya. Dan lain sebagainya..

Ending

Ini soal gimana kamu mau closing videonya. Kalo kamu udah mutusin buat naro CTA di closing berarti di bagian ini tinggal kamu ajak audience untuk follow up, kalo semua elemen udah sampein di depan/tengah, berarti kamu tinggal tutup aja..

Gitu..!

Nah, lebih ke teknis lagi. Ini soal komposisi video yang kamu bikin.
Asumsikan kalo kamu membuat video marketing untuk sosial media ini gak pake proses yang ribet layaknya shooting video company profile, TVC, atau music video..! Anggap aja kamu buat video marketing DIY pake alat seadanya, cuma manfaatin handphone sama tripod/handler doang..!
Ada berapa hal yang perlu kamu perhatiin di sini, soal teknis yang nantinya bakal ngaruh sama mood penonton. Poin-poin itu diantaranya..
  1. Angle kamera : bikin semenarik mungkin, jangan kaku, apalagi bikin kamu keliatan aneh
  2. Pencahayaan : sesuaikan sama tema, tapi jangan berlebihan
  3. Level audio : karena pake handphone, setting se-oke mungkin. Jangan ada suara berisik dari luar, jagain jangan ada panggilan masuk dulu, dsb..

Biarpun kualitas biasanya linier sama budget, tapi kalo kamu punya skill buat maksimalin equipment yang ada buat bikin video konten marketing, plus ide yang seger dan nggak bikin penonton kabur, kamu dan brand yang kamu bawa bisa banget dapet achievement oke..

Selamat mencoba, gaes..!

Oh iya.. kalo bingung, jangan lupa kontak kita yaa.!? Kita siap bantu dari A sampe Z..! Mau diskusi dulu juga oke kok.

  Gimana Rasanya Nikah Sama Alien?
Teruskan!

Fakta Sosial Media : Konten Yang Menarik, Bikin Brand Makin Dilirik

endorsement
Kekuatan konten video dalam urusan marketing emang gak bisa kebantah. Salah satu alasannya adalah karena video jadi media yang paling hidup diantara jenis konten yang lain. Gak heran, banyak brand terus berlomba buat bikin konten video yang menarik buat naekin positioning brandnya..

Beberapa statistik udah ngebuktiin, kalo konten video di era sekarang, udah jadi faktor penentu dalam merancang strategi marketing sebuah brand. Kembali.. kebutuhan konten yang menarik dari sebuah brand makin dirasa perlu.

Statistik Video Di Sosial Media

Statistik berikut kayaknya cukup buat ngegambarin gimana pentingnya konten video, baik untuk marketing atau non-marketing.

  • Di Twitter, tweet yang disertain sama video bisa dapet engagement 10x lebih banyak daripada yang gak pake. Selain itu, Tweet promosi yang pake video bisa ngehemat sampe 50% dalam cost-per-engagement
  • Di LinkedIn, yang notabene adalah sosial medianya orang kerja/profesional, usernya kebanyakan males post kalo bukan karena niat buat branding diri, jilat atasan, nyenengin klien atau ngasih ucapan formalitas ke kolega. User LinkedIn yang pengen ngepost pake video jumlahnya lebih tinggi 20% dibanding yang cuma post gitu doang
  • Di Pinterest, video dari brand bisa pengaruhin orang lebih banyak 2,6x buat beli produk ketimbang konten yang biasa 
  • Di instagram, post video jelas bisa ngehasilin engagement lebih besar dibanding jenis konten lain

Sumber data

Facebook Raja Video Sosmed

Facebook, sosial media dengan jumlah pengguna terbesar sejagad dengan 2,45 miliar pengguna aktif bulanannya, nampung banyak referensi video buat penggunanya. Konon, facebook punya rataan sekitar 8 miliar view per hari untuk konten video yang ada di platform biru itu.!

Fun fact-nya adalah : video kotak 35% lebih disukain dibanding video landscape

Budget engagement buat video kotak alias video square juga ternyata lebih hemat 7,5% dibanding video persegi panjang.
Terlepas dari itu, apapun formatnya, mau kotak, lanscape, portrait, jajaran genjang, travesium.. selama itu formatnya video, semua lebih efektif ketimbang jenis koten lain..!

Kesimpulan :

Kesimpulannya, udah gak salah lagi, kalo kamu punya brand atau sesuatu buat dipromosikan ke orang-orang, sebaiknya masukin video sebagai must-have item di strategi marketing kamu. Kalau kamu bingung gimana mau bikinnya karena gak tahu-menahu soal konten video yang menarik buat diupload ke sosmed, cukup kontak aku aja.. Nanti aku bikinin mulai dari ide sampe ke pelaporan statistiknya..!

Jadilah marketing buat brand kamu sendiri! Buat brand kamu jadi sebesar yang bahkan gak pernah bayangin sebelumnya!!



Bikin Video Yang bener.. Jangan Asal Banyak Yang Nonton
Teruskan!

Kedahsyatan Video Content Buat Marketing Produk

mia khalifa
Di jaman yang serba digital kayak sekarang, dimana sekitar 4,6 miliar orang atau 59% dari keseluruhan jumlah manusia di bumi ini menggunakan internet, berbagai kegiatan bisa dengan mudah dilakuin secara online.

Pergeseran paling signifikan dari offline ke online salah satunya bisa diliat dari keberadaan toko..
Kalau 10 tahun lalu toko-toko di pusat perbelanjaan masih banyak didatangin pengunjung, sekarang jadi sepi sepi aja. Isinya kosong melompong. Bahkan rolling doornya aja mungkin udah pada karatan.
Orang sekarang lebih seneng scroll-scroll mouse buat milih barang, ketimbang muter-muter naek eskalator dari lantai 1 ke lantai 4.

Dengan kondisi pergeseran kultur kayak gitu, mau gak mau para kokoh atau pak haji yang punya toko di Pasaraya Maggarai, Plaza Blok M, atau tempat lainnya, harus menyesuaikan diri dengan roda jaman.
Ya, mereka harus punya toko yang bisa diakses secara online..!

Tapi, bikin toko online tentu gak segampang goreng combro. Selain harus bangun infrastruktur digitalnya dulu, para owner juga kudu promosi produk atau brand mereka di ranah maya. Sementara, saingan sesama pemilik toko online tuh gak cuman puluhan. Bisa ratusan atau bahkan ribuan!

Pedagang pakaian baju muslim yang tadinya berjaya di Pasar Pagi Mangga Dua, ketika bergeser ke online, harus berebut konsumen sama pelapak yang gak cuman dari Mangga Dua aja, melainkan dari berbagai pelosok Indonesia.. Bahkan dunia!
Di sini pedagang harus punya insting tajam dalam memformulasikan strategi marketingnya..

Salah satu strategi marketing yang dimaksud, adalah dengan menggapai sebanyak-banyaknya audience, untuk kemudian dikonversi jadi pembeli.

Pertanyaannya : "Apakah akan segampang itu mengkonversi audience yang (let's say) ngakses halaman facebook atau web jualan kita, untuk kemudian beli barang yang kita jual?"
Jawabannya : "So-so..", kalo yang emang butuh produknya mungkin bakal beli, tapi yang masih ragu sih harus mikir dulu!

Konten Marketing

Nah, menurut Syed Balkhi, CEO dari beberapa portal yang reguler ngebahas soal digital marketing secara in depth, salah satu faktor paling signifikan buat nge-attract audience biar ngeklik sama produk atau brand kita, adalah dengan konten marketing.

Apa itu konten marketing?

"Konten marketing merupakan sebuah strategi pemasaran dengan pendekatan menggunakan konten yang baik, relevan dan konsisten, yang bertujuan buat menarik atau mempertahankan konsumen.. atau mempengaruhi mereka agar bisa mendatangkan keuntungan."
sumber.

Konten Marketing Yang Efektif

Salah satu bentuk konten marketing yang paling efektif adalah video marketing.
Format video, diyakini paling ampuh karena nyuguhin konten yang bisa tinggal diikutin. Selain itu, konten video juga dianggap sebagai format yang paling komplit, yang bisa nyuguhin deskripsi, visual, audio dan unsur technical 'how to' yang detail. 43% calon pembeli ngaku kalo mereka pengen tahu lebih soal penjelasan produk yang akan dibeli, dan kebanyakan pengennya format video.
Jadi.. dengan konten video, kamu - sang pemilik brand, punya kesempatan lebih banyak buat generate growth penjualan, awareness dan engagement audience atas produk kamu.

Masih menurut Syed, berikut teknik penggunaan konten video yang bisa kamu coba :

  • Lampirkan video di email marketing.
Biasanya, kita males kalo dapet email penawaran, promo atau yang lainnya. Tapi kalo ada lampirannya berupa video, apalagi thumbnail atau screenshot awalnya menarik, ada kemungkinan email penawaran kamu dibaca promo kamu dinotice.

  • Ngadain Live Event
Gak perlu booking 7 stasiun TV nasional buat ngadain Live Event, cukup manfaatkan asset digital akun kamu seperti Facebook, Youtube, Instagram, Twitch, TikTok atau bahkan Bigo..! Bikin konten Live yang berisi QnA seputar produk, tutorial, showcase produk, update, atau diskusi santai yang berkenaan dengan produk.

  • Integrasi Sosmed Dengan Website
Kalo kamu selama ini sering upload video ke Facebook, coba tarik video itu bersama feed lainnya ke halaman website kamu. Ini bisa narik perhatian user baru yang pertama datang ke website kamu, belum kenal produk kamu, terus ngeliat feed sosmed kamu banyak video menarik.. mereka jadi ketrigger

  • Ajak Calon Konsumen Buat Bikin User-Generated Content (UGC)
Kalo kamu udah punya beberapa konsumen yang loyal ataupun tidak loyal, ajak mereka buat bikin video testimoni, review atau apapun, kemudian upload di sosmed kamu. Selain bisa ningkatin engagement rate, juga bisa jadi potensi buat acquire calon konsumen yang lain.
Nah, itu tadi beberapa tips buat struggle di medan pertarungan bisnis online.
Kesimpulannya : sejauh ini video emang masih paling jitu buat naekin positioning produk atau brand kamu.

Dan buat kamu yang berniat bikin video marketing real shot atau 2D animasi, baik itu brand profile, explainer, how to/tutorial, seasonal promo, atau interactive flash presentation, bisa kontak di sini buat diskusi.. Atau kalsium misalnya perlu support buat handle dan bikin konten sosial media secara reguler juga bisa. Budget bisa menyesuaikan!
Teruskan!

Update Story Dimana-mana

fitur story sosial media
Semenjak populernya social messenger Snapchat, yang emang dari awal muncul ngandelin fitur Story-nya yang banyak filter, sekarang hampir semua sosmed pada ikutan masang fitur story. Mulai dari 'Zuck family' : instagram, facebook, whatsapp.. Sekarang, Twitter sampe Linkedin pada pake juga! 
Awal tahun 2020, LinkedIn mulai ngetes fitur story ini di beberapa negara, diantaranya Brazil, Belanda, Australia, UAE dan Perancis. Australia adalah negara pilihan terakhir yang bisa nyoba.. Sementara Twitter udah lebih dulu.. Tepatnya di bulan Maret 2020 kemarin, Twitter nguji coba fitur story
Twitter gak mau nyebut fiturnya ini pake nama 'Story', tapi pake istilah dia sendiri : 'Fleet'. 

Konon, layanan streaming lagu Spotify dan aplikasi messenger punya Microsoft, yaitu Skype, juga berencana buat masang.. 

Dari sini kita bisa ngeliat, kenapa sosial media gede pada latah masang feature Story. Simple.. karena disukain sama user! Coba kalo gak laku.. Gak akan banyak ditiru.! 
Dari sini juga kita bisa liat, kalo selera orang sekarang udah sedikit bergeser, dari ngeliat display katalog (foto/video) statis, sekarang ke yang semi-realtime
Malah, adanya fitur live udah cukup nunjukkin kalo orang sekarang lebih seneng yang realtime 

Insight Marketing

Pastinya ini jadi insight yang nyata buat para marketer dalam usahanya promoin produk atau brand. Strategi supaya orang gak bete ngeliat iklan yang off-time, terus diskip.. mendingan bikin yang realtime terus buat orang penasaran sampe ngikutin. Kan bisa naekin engagement rate si brand itu sendiri..! 

Gak cuman itu, brand atau produk atau bahkan para artis atau publik figur yang punya bisnis maupun yang lagi kerjasama sama brand endorser juga bisa presentasiin fitur, promo atau rilisan terbaru produk mereka lebih up to date

Kesimpulan : Post feed emang oke, tapi itu kayaknya cuma buat yang timeless aja..
Teruskan!