Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sport. Tampilkan semua postingan

Kampanye Terselubung : 644 Gol Adalah Gimmick!

lionel messi
Dalam rangka merayakan gol yang ke-644 Lionel Messi yang dicetak buat klubnya, perusahaan minuman bir terkenal, Budweiser, ngirimin kado natal berupa bir ke tiap kiper yang gawangnya udah pernah dibobol Messi.

By the way, kenapa angka 644 itu jadi spesial banget?

Karena dengan dibuatnya gol ke-644 yang di cetak ke gawang Real Valladolid pada Selasa 22 Desember 2020 kemarin, Messi udah berhasil ngelewatin rekor gol Pele yang berjumlah 643 yang dicetak buat Santos.

Tiap botol bir yang dikirim, dikasih nomor sesuai dengan nomor urutan golnya. Dari gol pertama sampe gol yang terakhir.
Jumlah 644 gol tersebut dibagi buat 160 orang kiper. Kalo diitung rata-rata, berarti tiap kiper nerima 4 botol bir Budweiser.
Tapi jelas pembagiannya nggak mungkin se-rata itu, karena jumlah kebobolan tiap kiper yang diakibatkan oleh Messi kan beda-beda. Beberapa kiper kawakan konon pernah bikin pemain Argentina yang sempet pensiun dari timnas tapi boong ini frustrasi berat. Makin frustrasi Messi waktu itu, makin sedikit pula kemungkinan si kiper dapet botol.

Sekedar catatan, Messi mulai debutnya 16 tahun lalu waktu lawan Espanyol, tepatnya bulan Oktober 2004. Waktu itu Messi umurnya masih 17 taun. Barca masih dilatih sama Frank Rijkaard.

Kampanye Terselubung..

Jauh di luar urusan gol Messi dan berapa jumlahnya, sebenernya ini adalah upaya kampanye terselubung dari pihak brand buat dongkrak awareness.
Kenapa?
Karena dengan ngirim kado natal ke para kiper yang gawangnya udah pernah dibobol Messi, secara otomatis Budweiser bakal dapet exposure gratis.!

Kiper yang udah pernah berhadapan sama Messi, jelas bukan kiper kelas tarkam. Masalah dibobolnya banyak itu sih urusan performa aja.. Yang pasti, timnya pasti tim professional yang seenggaknya punya fanbase banyak. Si kiper juga udah pasti punya sosmed yang followersnya gak cuman seratus sekian.. Minimal puluhan ribu lah.

Dapet hadiah natal gratis juga pastinya jadi moment spesial yang gak tiap hari bisa ditemuin. Secara otomatis si kiper bakal posting di instagram, twitter atau tiktok mungkin.. minimal kalo nggak di feed, di story lah.!

Sekarang semua sosial media punya fitur story

Dan karena udah dapet kiriman bir gratis, gak mungkin juga si kiper bakal jelek-jelekin produknya. Ya kan?
Itu artinya, kesempatan brand buat promoin produknya lewat endorsement udah dapet momentum. Kapan lagi kan, bisa ngendorse kiper sekaliber Gianluigi Buffon tanpa harus keluar fee gede?!

Well done, Buddy!
Teruskan!

Inget "Be Like Mike"?


Anak taun 90an, pasti pernah liat satu iklan yang kala itu - kala senja masih berwarna jingga.. bukan hitam karena kopi, rajin wara-wiri di TV tabung kita!
Iklan dari sebuah minuman energi yang nampilin gambar seorang bintang basket yang teramat sangat populer pada masa itu, sedang nge-dunk. Ia menghempaskan kakinya untuk melompat tinggi melewati hadangan hingga akhirnya sukses bergelantungan di keranjang. Siapakah dia yang nge-dunk itu?
Siapa lagi kalau bukan MJ alias Michael Jordan (inget ya..?! Michael Jordan, bukan Marion Jola), yang terkenal dengan angka 23-nya.
Jordan yang pada masa tersebut memang sedang menikmati masa kejayaannya, tampil menjadi bintang iklan Gatorade. Iklan tersebut sangat ikonik.. selain karena memang MJ-nya, theme song dari iklan itu juga gak kalah ikonik. Semuanya pasti lah setuju kalo denger lagu yang dikompos oleh Ira Antelis, Steve Shafer dan Bernie Pitzel itu, bisa langsung ngeingetin kita ke iklannya.. dan tentunya juga secara nggak langsung ke brand Gatorade-nya. Dengan kata lain, strategi branding Gatorade lewat TVC itu - spesifiknya melalui figure Jordan dan juga jinglenya sudah sangat berhasil.

Tapi siapa sangka, kalau iklan Gatorade yang legendaris tersebut awalnya gak sengaja masang lagu "Be Like Mike" sebagai jinglenya?! Awalnya, Bernie Pitzel, sang pembuat iklan tersebut berniat ngejadiin lagu "I Wanna Be Like You" yang diciduk dari film The Jungle Book besutan Disney buat dijadiin theme song. Cuma, konon katanya, Disney jual mahal untuk lagu itu. Dia masang harga penebusan lisensi yang jauh di atas kemampuan Gatorade. Bukan kemampuan sih.. tepatnya kemauan. Harga lisensi yang ditawarkan Disney gak disanggupin sama Gatorade. Sampe akhirnya, Pak Pitzel yang dari awal udah kesel karena gambar-gambar Jordan nge-dunk gak diiringi sama audio yang pas, nekat untuk bikin komposisi sendiri. Dia nulis liriknya, sementara Ira Antelis dan Steve Shafer nyusun nadanya. Jadilah kemudian "Be Like Mike" yang sekarang jadi legendaris itu.

"Kalau iklan Gatorade itu jadi pake lagu dari Disney, pasti tuh iklan gak bakal se-legendaris adanya sekarang!"

Antelis pernah bilang "Kalau iklan Gatorade itu jadi pake lagu dari Disney, pasti tuh iklan gak bakal se-legendaris adanya sekarang!". Beruntung akhirnya mereka gak jadi pake, jadi iklannya bisa diinget kan sampe sekarang..!? Bahkan, di ulang tahun Gatorade yang ke-50 yang jatuh pada tahun 2015, iklan itu dibikin remasternya versi digital. Namanya digital, pasti gak lupa pake tambahan hestek : #BeLikeMike

Iklan legendaris Gatorade :

Diremake jadi versi barunya :

Lagu "Jungle Book" yang jadi inspirasinya :

Teruskan!

Stadion Dengan Bentuk Aneh

Setelah Piala Dunia 2018 kemarin sukses dihelat di Russia yang dingin, selanjutnya, Piala Dunia 2022 rencananya bakal digelar di tempat yang agak anget - bahkan bisa disebut panas lah.. yaitu di Qatar.

Menyambut moment itu, pastinya Qatar sudah banyak melakukan persiapan. Salah satunya, adalah bikin stadion-stadion baru yang nantinya bakal jadi venue. Nah.. ternyata, diantara stadion-stadion baru yang lagi dibangun itu, ada satu stadion yang unik!

The Al Wakrah stadium, yang arsitekturnya dibuat sama arsitek perempuan kenamaan, yakni Almarhum Ibu Zaha Hadid, yang terkenal dengan prinsip curve dan cornerless-nya.


Konon, oleh sang pembuat, stadion berkapasitas 40 ribu penonton itu katanya terinspirasi oleh bentuk Dhow Boat, yaitu sejenis perahu tradisional Arab yang biasa dipake buat berburu mutiara dan juga buat mancing. Tapi, gara-gara ada komentator bilang bahwa bentuknya mirip vagina, jadinya viral.. jadi stadion vagina! Jelas aja, Zaha Hadid sang perancang ngambek. Dia bilang bahwa "Komen tersebut malu-maluin! Masa iya segala sesuatu yang punya lubang di tengah disebut vagina..?!" Dia juga nyebut katanya kalo laki-laki yang bikin, komentarnya nggak akan sampe kayak gitu. Iya juga sih..!


Tapi seenggaknya Zaha Hadid nggak sendiri. Karena, Populous, arsitek yang bangun stadion Tottenham Hotspur juga ngalamin hal serupa. Stadion di London yang berbiaya 1 miliar pounds itu dibilang kayak toilet raksasa! Padahal kalau dilihat secara keseluruhan.......... emang iya sih, kayak toilet duduk.

Sumber : https://lastwordonfootball.com/2018/08/14/spurs-stadium-delay-means-fans-are-biggest-losers/
Teruskan!